Silabi

SILABI

 

Silabus Farmakoterapi Terapan

 

Kode / SKS                    : FE23P12 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang penyakit-penyakit pada sistem gangguan respirasi serta penatalaksanaanya, problem klinis pasien, menganalisis DRP, menentukan Drug of Choice yang digunakan pada terapi penyakit-penyakit sistem penggunaan respirasi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) dengan metode Problem Based Learning, melayani resep dokter maupun melayani pasien gangguan respirasi yang melakukan swamedikasi dengan melakukan konsep asuhan kefarmasian dan evidence based.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mampu menjelaskan dan menemukan etiologi, patofisiologi, faktor resiko berbagai gangguan respirasi, mampu menjelaskan tentang mekanisme obat-obat yang bekerja pada respirasi, dapat menemukan problem klinis pasien, outcome dan tujuan terapi, melengkap data DTP list baik yang aktual dan potensial untuk analisis DRP, merancang asesmen, melakukan monitoring efek samping, efek terapi pada terapi gangguan respirasi, melakukan skrining resep, menggali data pasien, memberi harga resep, menentukan dan mengatasi / mencegah DRP, menemukan literatur evidence based sebagai dasar asesment, melakukan dispensing obat, memberikan informasi, edukasi kepada pasien, melakukan monitoring efek terapi dan efek samping obat.

Pustaka                        : 1.  Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG,      2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill, New York.

  1. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for  Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  2. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  3. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York
  4. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  5. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  6. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London
  7. Rantucci MJ, 1997, Pharmacists talking with patients, Williams&Wilkins, Baltimore
  8. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York.
  9. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  10. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  11. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London

 

 

Silabus Biofarmasetika dan Farmakokinetika Klinik

 

Kode / SKS                    : FF23P12 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat          : Mahasiswa  mampu menunjukkan peran bioavailabilitas dalam produksi obat dan praktek klinis, mengatasi masalah malabsorpsi obat, dapat  mengatasi permasalahan variasi respon obat, menerapkan aplikasi farmakokinetik kaitannya dengan terapi atau Farmakokinetik Klinik dan semua besaran (parameter) yang diperlukan untuk kebijakan terapi, mengkoreksi dan menghitung dosis lazim untuk penderita sakit lever dan dapat menetapkan dosis dan aturan pemakaian yang tepat, mengkoreksi dan menghitung dosis lazim untuk penderita sakit ginjal dan dapat menetapkan dosis dan aturan pemakaian yang tepat, merancang kebutuhan nutrisi dan mencegah komplikasi, memecahkan masalah yang terkait dengan terapi parenteral, dapat melakukan TDM.

Standar Kompetensi         : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu Menjelaskan latar belakang biofarmasetika diperlukan pada formulasi obat dan praktek klinis, Menunjukkan konsep dasar biofarmasetika dalam produksi obat dan praktek klinis, Membuktikan aplikasi biofarmasetika dalam produksi obat dan praktek klinis, Menguraikan jenis malabsorpsi dan maldigesti, Menguraikan patofisiologi malabsorpsi dan maldigesti, Menjelaskan penyakit yang menyebabkan malabsorpsi, Menjelaskan obat-obat yang dapat menyebabkan malabsorpsi, Menguraikan sumber-sumber variasi, Menjelaskan macam variasi, Menjelaskan Parameter Variabilitas, Mengidentifikasi variabilitas, Menganalisa kasus variasi respon individu, Menjelaskan tentang arti Volume distribusi kaitannya dengan distribusi obat daklam tubuh, Menjelaskan tentang E (Extraction Ratio), Klirens, kaitannya dengan perubahan tekanan darah, Menjelaskan tentang  TDM (Therapeutic Drug Monitoring) dan tugas-tugasnya, Menjelaskan pentingnya Pengaturan dosis secara individu, Menjelaskan fungsi lever dan kaitannya dengan pengaturan dosis, Menjelaskan penyebab terjadinya peningkatan kadar obat total dalam darah pada penderita cirrosis hepatic, Menguraikan penyebab terjadinya perubahan kadar obat bebas dalam darah pada penderita cirrosis hepatic, Mampu menghitung dosis dan aturan pemakaiannya yang tepat pada penderita cirrosis hepatis dari data hasil uji farmakokinetik pada pasien, Menjelaskan fungsi ginjal dan kaitannya dengan pengaturan dosis, Menerangkan penyebab terjadinya perubahan klirens pada penderita sakit ginjal, Menerangkan kaitan antara klirens obat dan klirens kreatinin, Menerangkan cara menentukan klirens kreatinin, Menerangkan barbagai cara menghitung klirens obat atas darar kadar kreatinin dalam serum darah, Menentukan dosis peda penderita sakit ginjal atas dasar klirens obat, Menguraikan komponen larutan nutrisi parenteral., Menghitung kebutuhan nutrisi pada kondisi , Menjelaskan komplikasi pemberian nutrisi parenteral, Menentukan cara pemberian nutrisi parenteral, Dapat memilih cairan atau elektrolit IV, Dapat memilih  cairan kristaloid atau koloid, Menganalisa masalah/kasus farmasetik sediaan IV (IV Mixture), Dapat melakukan Pharmaceutical care pada terapi parenteral, Menjelaskan pentingnya TDM, Menjelaskan obat-obat yang harus melakukan TDM, Menentukan faktor yang harus diperhatikan saat melakukan TDM, Menentukan  langkah yang perlu dilakukan bila memberi layanan TDM, Dapat melakukan TDM pada ibu hamil, Dapat melakukan TDM obat antikonvulsan

Daftar Pustaka                  : Shargel, L, Wu-Pong, S , Yu, A.B.C., 2005, Applied Biophamaceutics and  Pharmacokinetics, Fifth Ed., Apleton & Lance Nortwolk


Silabus Manajemen Farmasi Perapotikan

 

Kode / SKS                    : FG23P12 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat     : Mahasiswa mampu memahami proposal studi kelayakan bisnis apotek, memahami marketing apotek, memahami jalur distribusi obat, pembelian dan faktur pembelian, mampu melayani penjualan resep, mengelola obat golongan narkotika dan psikotropika, memahami tata cara proses pendirian apotek, memahami dan menghitung perpajakan apotek, memahami adminsitrasi keuangan apotek, dapat membuat neraca laba rugi, mampu menghitung perpajakan apotek dengan metode pembukuan.

Standar Kompetensi         : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu enjelaskan isi proposal studi kelayakan, Membuat studi kelayakan bisnis, Membuat iklan apotek, Menjelaskan persaingan bisnis apotek, Menjelaskan analisis pesaing, Mengetahui jalur distribusi obat, Merencanakan pembelian, Memilih distributor/PBF, Mengenal faktur dan Menghitung HNA, Menjelaskan alur pelayanan resep, Mengetahui strategi harga, Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjualan, Menghitung harga resep, Mengetahui cara pengelolaan Narkotika, Mengetahui cara pengelolaan psikotropika, Mengetahui laporan-laporan di apotek, menjelaskan cara pendirian apotek, menyebutkan dan menjelaskan pajak-pajak yang ada di apotek, Menentukan tariff pajak penghasilan dengan norma, dapat mengisi SSP dan SPT, Menjelaskan administrasi keuangan, Menghitung HPP, Menghitung Laba Rugi, Membuat neraca, Menjelaskan perhitungan keuangan, Menghitung BEP, menghitung ROI, menghitung TOR, Menghitung tariff pajak dengan pembukuan.

Daftar Pustaka                  : 1. Umar, H., 2003,  Studi Kelayakan Bisnis, Gramedia,Jakarta

2. Ibrahim Yacob,2003. Studi Kelayakan Bisnis, Penerbit Rineka Cipta,Jakarta.

3. Seto, S., 2001,  Manajemen Apoteker,AirlanggaUniversity Press, 2001

4. Sampurno,2009. Manajemen Pemasaran Farmasi, UGM Press,Yogyakarta

5. Anief, M., 2001,  Manajemen Apotek, Gadjah Mada Press,Yogyakarta

6. Hartono, 2003,  Manajemen Apotek, Depot Informasi Obat,Jakarta

7. Djuanda, G., Lubis, I., 2002,  Pelaporan Pajak Penghasilan, Gramedia,Jakarta

 

Silabus Asuhan Kefarmasian

 

Kode / SKS                    : FG23P22 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang penyakit-penyakit pada sistem gangguan respirasi serta penatalaksanaanya, problem klinis pasien, menganalisis DRP, menentukan Drug of Choice yang digunakan pada terapi penyakit-penyakit sistem penggunaan respirasi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) dengan metode Problem Based Learning, melayani resep dokter maupun melayani pasien gangguan respirasi yang melakukan swamedikasi dengan melakukan konsep asuhan kefarmasian dan evidence based.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mampu menjelaskan dan menemukan etiologi, patofisiologi, faktor resiko berbagai gangguan respirasi, mampu menjelaskan tentang mekanisme obat-obat yang bekerja pada respirasi, dapat menemukan problem klinis pasien, outcome dan tujuan terapi, melengkap data DTP list baik yang aktual dan potensial untuk analisis DRP, merancang asesmen, melakukan monitoring efek samping, efek terapi pada terapi gangguan respirasi, melakukan skrining resep, menggali data pasien, memberi harga resep, menentukan dan mengatasi / mencegah DRP, menemukan literatur evidence based sebagai dasar asesment, melakukan dispensing obat, memberikan informasi, edukasi kepada pasien, melakukan monitoring efek terapi dan efek samping obat.

Pustaka                        : 1.  Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG,      2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill, New York.

  1. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for  Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  2. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  3. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York
  4. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  5. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  6. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London
  7. Rantucci MJ, 1997, Pharmacists talking with patients, Williams&Wilkins, Baltimore
  8. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York.
  9. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  10. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  11. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London

 

Silabus Praktikum Asuhan Kefarmasian

 

Kode / SKS                    : FG23P22 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang penyakit-penyakit pada sistem gangguan respirasi serta penatalaksanaanya, problem klinis pasien, menganalisis DRP, menentukan Drug of Choice yang digunakan pada terapi penyakit-penyakit sistem penggunaan respirasi berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM) dengan metode Problem Based Learning, melayani resep dokter maupun melayani pasien gangguan respirasi yang melakukan swamedikasi dengan melakukan konsep asuhan kefarmasian dan evidence based.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mampu menjelaskan dan menemukan etiologi, patofisiologi, faktor resiko berbagai gangguan respirasi, mampu menjelaskan tentang mekanisme obat-obat yang bekerja pada respirasi, dapat menemukan problem klinis pasien, outcome dan tujuan terapi, melengkap data DTP list baik yang aktual dan potensial untuk analisis DRP, merancang asesmen, melakukan monitoring efek samping, efek terapi pada terapi gangguan respirasi, melakukan skrining resep, menggali data pasien, memberi harga resep, menentukan dan mengatasi / mencegah DRP, menemukan literatur evidence based sebagai dasar asesment, melakukan dispensing obat, memberikan informasi, edukasi kepada pasien, melakukan monitoring efek terapi dan efek samping obat.

Pustaka                        : 1.  Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG,      2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill, New York.

  1. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for  Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  2. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  3. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York
  4. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  5. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  6. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London
  7. Rantucci MJ, 1997, Pharmacists talking with patients, Williams&Wilkins, Baltimore
  8. Dipiro, JT., Hamilton, CW., Schwinghammer, TL., and Wells, BG, 2000, Pharmacotherapy Handbook,  McGraw Hill,New York.
  9. Greene, RJ and ND Harris, 2000, Phatology and Therapeutics for Pharmacists : a basic for clinical pharmacy practice, Pharmaceutical Press,London
  10. Mosayani, A and Raymond, L.P., 2004, Handbook of Drug Interactions, 3rd  Ed., Raven Press,New York
  11. Taylor K , Harding G, 2001, Pharmacy Practice, 1 sr ed,Taylor&Francis,London

 

 

Silabus Kapita Selekta Fitofarmaka

 

Kode / SKS                    : FF23P21 / 1 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa mampu memahami perkembangan penggunaan obat alam, kebijakan pengembangan dan pangsa pasar obat alam di Indonesia dan di pasar global, memahami regulasi obat tradisional meliputi registrasi produk, registrasi IKOT serta parameter-parameter standar simplisia dan ekstrak tumbuhan obat, memahami dan menjelaskan teknologi produksi obat bahan alam, memahami dan menjelaskan tentang analisis dan standarisasi bahan alam, memahami dan mampu merancang studi kelayakan dan analisis keuangan produk Obat Tradisional, memahami aspek-aspek pemasaran dan jaminan kontinuitas produk Obat Tradisional, mampu mengembangkan inovasi produk OT dan merancang kemasan serta penandaannya.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan: perkembangan penggunaan obat alam, dapat menjelaskan kebijakan pengembangan obat alam di Indonesia, dapat menjelaskan potensi bisnis obat alam, Mahasiswa dapat menjelaskan ketentuan-ketentuan registrasi Obat tradisional,  menjelaskan ketentuan-ketentuan registrasi IOT dan IKOT, menjelaskan parameter nonspesifik dan parameter spesifik simplisia dan ekstrak tumbuhan obat serta cara-cara pengukurannya, Mahasiswa mampu menjelaskan teknologi terkin pembuatan dan penanganan simplisia dan ekstrak, menjelaskan prinsip-prinsip CPOTB, menjelaskan bukti-bukti ilmiah pengobatan ala Nabi, Mahasiswa dapat memilih dan menjelaskan metode analisis zat aktif yang sesuai, dapat menjelaskan prinsip-prinsip analisis data dan statistika, Mahasiswa dapat menjelaskan aspek-aspek yang diperhatikan pada studi kelayakan produk OT, dapat melakukan analisis BEP, PBP dan ROI, Mahasiswa dapat mengidentifikasi competitor-kompetitor produk OT, menjelaskan cara-cara membangun keunggulan produk OT, menjelaskan strategi pemasaran OT, Mahasiswa dapat menjelaskan cara-cara pengembangan produk OT,  mampu merancang kemasan OT, mampu memberikan penandaan yang jelas, benar dan objektif pada kemasan OT.

Daftar Pustaka         :  1. Anonim, 1994, Persyaratan Obat Tradisional, www.pom.go.id/public/hukum_ perundangan/pdf

  1. Anonim, 2005, Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, www.pom.go.id/public/hukum_
  2. 3.    Bisset, N.G., 1994, Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals
  3. Brain, K.R., & Turner, T.D., 1975, The Practical Evaluation of Phytopharmaceuticals
  4. 5.    DepKes, 2000, Acuan Sediaan Herbal
  5. 6.    DepKes, 2000, Parameter Standarisasi Simplisia dan Ekstrak
  6. DepKes, 2000, Pedoman Pelaksanaan Uji Klinik Obat Tradisional.

 

 

Silabus Fitoterapi

 

Kode / SKS                    : FF23P32 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa dapat mengetahui Definisi istilah-istilah, latar belakang dan perkembangan herbal medicine dan peraturan perundangan yang terkait dengan fitoterapi, mampu menyebutkan, memilih, dan menggolongkan tumbuhan obat berdasarkan khasiat dan kandungannya, mampu memahami dan menjelaskan serta menerapkan pedoman praktis terapi herbal secara sistematik, mampu memahami dan menjelaskan tentang ketoksikan, kontraindikasi, dan inkompatibilitas herbal medicine berdasar EBM, memahami dan menjelaskan khasiat, sifat fisika kimia senyawa aktif, mekanisme zat aktif berkhasiat dan interaksinya., memahami dan menjelaskan khasiat, sifat fisika kimia senyawa aktif, mekanisme zat aktif berkhasiat dan interaksinya, mampu menilai dan mengevaluasi rasionalitas komposisi produk bahan herbal untuk terapi suatu penyakit

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan: definisi dan istilah-istilah dalam fitoterapi, dapat menjelaskan latar belakang dan perkembangan herbal medicine, dapat menjelaskan peraturan perundangan yang terkait fitoterapi, Mahasiswa dapat menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat antihipertensi dan diuretik, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat obat jantung, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat sebagai imunomodulator, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat sbg antiobesitas, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat sebagai antidiabetes, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat sbg antiinflamasi, menjelaskan tumbuhan obat berkhasiat sbg antikanker, Mahasiswa mampu menjelaskan pemakaian fitoterapi dengan tepat, mampu menjelaskan EBM untuk fitomedicine, menjelaskan dan merancang formula OHT dan fitofarmaka., mampu menerapkan konsep fitoterapi untuk obesitas, dislipidemia dan hipertensi, Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan ketoksikan, kontra indikasi dan inkompatibilitas herbal medicine dengan obat sintetik., memahami dan menjelaskan ketoksikan, kontra indikasi dan inkompatibilitas herbal medicine dengan makanan, memahami dan menjelaskan ketoksikan, kontra indikasi dan inkompatibilitas herbal medicine dengan herbal medicine yang lain, Mahasiswa dapat menjelaskan khasiat dan sifat fisika kimia zat aktif, menjelaskan mekanisme zat aktif berkhasiat dan interaksinya, Mahasiswa dapat menjelaskan khasiat dan sifat fisika kimia zat aktif, menjelaskan mekanisme zat aktif berkhasiat dan interaksinya, Mahasiswa dapat membuat penilaian dan evaluasi tentang rasionalitas komposisi produk bahan herbal untuk terapi suatu penyakit

Daftar Pustaka          : 1. Ebadi, M., 2002, Pharmacodynamic Basis of Herbal Medicine, CRC Press, Boca Raton, Florida.

  1. Mill, S and Bone, K., 2000, Principles and Practise of PhytotheraphyModern Herbal Medicine, Churchill Livingstone,Edinburg –Toronto
  2. Anonim, 1994, Persyaratan Obat Tradisional, www.pom.go.id/public/hukum_ perundangan/pdf
  3. 4.    Bisset, N.G., 1994, Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals
  4. Philp,R.B., 2004, Herbal – Drug Interactions and Advers Effects – An Evidence based Quick Reference Guide, McGraw – Hill Medical Publishing Division,New York –Toronto.
  5. Ross, I. A., 1999, Medicinal Plant of theWorld, Human Press, Totowa NewJersey
  6. Schule, V., Hansel, R., Tyler, V.E., 1997, Rational Phytotheraphy, Springer, Berlin.
  7. 8.    DepKes, 2000, Acuan Sediaan Herbal

 

 

Silabus Praktikum Komputer Perapotikan

 

Kode / SKS                    : FH23P17 / 1 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa menggunakan dan memahami serta melakukan isi data base program apotek, menggunakan dan memahami langkah-langkah proses pembelian perbekalan kefarmasian, menggunakan dan memahami langkah-langkah proses penjualan perbekalan kefarmasian, menggunakan dan memahami langkah-langkah proses retur pembelian dan penjualan perbekalan kefarmasian, mampu menggunakan dan memahami proses pelayanan resep, dengan program computer, mampu menggunakan dan memahami proses analisa pembelian dan penjualan baik resep maupun non resep serta analisa penggunaan obat, dapat menggunakan dan memahami proses MRP (Material Requirement Planning ) dalam program  POM Win.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu melakukan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pengisian data base obat, Melakukan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelian perbekalan kefarmasian, Melakukan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan proses penjualan perbekalan kefarmasian, Melakukan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan proses retur pembelian dan penjualan perbekalan kefarmasian, Melakukan dan menjelaskan langkah-langkah dalam pelayanan resep, Melakukan dan menjelaskan tata cara menghargai obat dalam resep, Melakukan dan menjelaskan langkah analisa rasionalitas obat dalam resep dengan metode PAM (Problem, Assesment, Monitoring) , Melakukan analisa baik pembelian dan penjualan perbekalan farmasi baik resep, non resep, HV dan melakukan analisa penggunaan obat sebagai dasar dalam penentuan forecasting dalam pembelian perbekalan kefarmasian, Melakukan dan menjelaskan langkah-langkah dalam menggunakan program POM Win dalam aplikasi di industri maupun rumah sakit.

Daftar Pustaka               : -

 

 

Silabus Etika Profesi

 

Kode / SKS                    : FJ23P11 / 1 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Pada akhir perkuliahan ini Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian etika, dapat menjelaskan etika profesi, dapat menjelaskan kode etik apoteker Indonesia, dapat menjelaskan tentang perundang-undangan farmasi, dapat menjelaskan tentang pelanggaran etika profesi apoteker di apotek, dapat menjelaskan tentang pelanggaran etika profesi apoteker di rumah sakit, dapat menjelaskan tentang pelanggaran etika profesi apoteker di Industri Farmasi, dapat menjelaskan tentang pelanggaran etika profesi apoteker di distributor Farmasi, dapat menjelaskan tentang pelanggaran etika profesi apoteker di apotek, RS, Industri Farmasi dan distributor Farmasi.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikutinperkuliahan ini mahasiswa mengerti dan memahami Pengertian Etika, Prinsip Etika Profesi, Sumpah, Kode Etik Perundang-undangan Farmasi, Pelanggaran etika di apotek, Pelanggaran  perundang-undangan, Pelanggaran etika dan perundang-undangan di apotek, Pelanggaran etika dan perundang-undangan di RS, Pelanggaran etika dan perundang-undangan di industri farmasi, Pelanggaran etika dan perundang-undangan di distributor,

Daftar Pustaka               : 1. Kode Etik Apoteker Indonesia

2. Semua Perundang-undangan tentang apotek

3. Semua Perundang-undangan tentang rumah sakit

4. Semua Perundang-undangan tentang industri farmasi

5. Semua Perundang-undangan tentang promosi sediaan farmasi

 

 

Silabus Farmasi Rumah Sakit

 

Kode / SKS                    : FF23P42 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Pada akhir kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu mengenal dan memahami macam dan tipe rumah sakit, Akreditasi rumah sakit mengenal dan merancang tugas PFT, mengenal dan memahami tugas instalasi farmasi seperti : kebijakan anggaran, perencanaan, pengadaan, produksi, pergudangan, distribusi, dan pengendalian infeksi nosokomial.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan macam dan tipe rumah sakit, Akreditasi rumah sakit mengenal dan merancang tugas PFT, mengenal dan memahami tugas instalasi farmasi seperti : kebijakan anggaran, perencanaan, pengadaan, produksi, pergudangan, distribusi, dan pengendalian infeksi nosokomial.

Daftar Pustaka              : 1. Anonim, 2005, Buku StandarKompetensi Farmasis Indonesia. Ikatan   Sarjana Farmasi Indonesia.

2. Anonim, 2004, Buku Pedoman Pelayanan Farmasi Rumah Sakit. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.

3. Anonim, 1993, Petunjuk Penyusunan Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial Rumah Sakit. DEPKES RI.

4. Permenkes 085/1989

5. Juklak Dirjen YanMed 0428/1989

6. Juknis Dirjen YanMed 1467/1989

7. Quick, JD (editor), 1997, Managing Drud Supply, The Selection, Procurement, Distribution and Use of Pharmaceuticals. 2nd , Kumarin Press, US

 


Silabus Farmasi Industri

 

Kode / SKS                    : FF23P52 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           : Mahasiswa mampu memahami  tentang cGMP, peran dan tanggungjawab apoteker di industri farmasi, proses produksi, kontrol kualitas dan validasi, PBL pembuatan produk mulai dari preformulasi, produksi, kontrol kualitas dan pemasaran,

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan pentingnya cGMP, menjelaskan tentang Premises, persyaratan klas ruangan produksi, menjelaskan alur proses pembuatan sediaan cair, padat, semipadat, IPC dan kontrol kualitasnya, menjelaskan tentang manajemen mutu dan  validasi di industry farmasi, menjelaskan tentang PPIC, mampu menjelaskan tentang penanganan complain produk, inspeksi diri, dan penanganan limbah, menjelaskan tentang penyusunan formula ,merancang proses produksi dan IPC serta  standardisasi untuk produk dari tanaman jambu biji, pegagan, kunyit, temulawak, teh hijau, pasak bumi, pare, jinten, rosella dan jahe, menjelasakan tentang studi kelayakan produksi, pengembanagan formulasi dan pengemas serta pemilihan supplier dan manajemen pasar.

Daftar Pustaka               : 1. Anonim, 2006, CPOB, Depkes RI, Jakarta

2. Anonim, 2009, Petunjuk Operasional CPOB 2006, Depkes RI, Jakarta

3. Anonim, 2001, cGMP, WHO

4. Priyambodo, B., 2008, Manajemen Farmasi Industri, Penerbit Kanisius

 
 
 
 

Silabus Produksi Farmasi di Rumah Sakit

 

Kode / SKS                    : FH23P21 / 1 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat      : Mahasiswa dapat memahami definisi, visi, fungsi, tujuan dan struktur organisasi Produksi Farmasi Rumah Sakit, mengetahui dan memahami aplikasi CPOB di farmasi RS, mengetahui dan memahami formulasi sediaan di produksi farmasi RS, memahami tata cara pembuatan Standar Operasional Produksi dan Produksi Farmasi RS, memahami definisi steril, faktor-faktor  yang mempengaruhi berkaitan dengan produksi steril, syarat-syarat produksi steril dan  metode sterilisasi serta kontrol kualitas Produksi FRS, memahami definisi, tugas dan fungsi dan prosedur pemberian dan produksi serta monitoring Total Parenteral Nutrition (TPN), memahami definisi dan tata cara repacking sediaan di Produksi FRS.

Standar Kompetensi         : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan hal-hal yang berhubungan Struktur orbaginasi produksi farmasi RS , Menjelaskan peranan dan  fungsi Produksi Farmasi Rumah Sakit, Menjelaskan peranan CPOB di produksi farmasi RS, Menjelaskan penerapan dan aplikasi CPOB produksi FRS, Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan formula, Menjelaskan prosedur kerja produksi farmasi RS, Menjelaskan kontrol kualitas dalam produksi FRS, Menjelaskan tata cara pembuatan dan evaluasi Standar Operasional Produksi (SOP) produksi FRS, Menjelaskan evaluasi SOP Produksi FRS, Menjelaskan definis steril, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi steril di FRS, Menjelaskan metode sterilisasi di FRS, Menjelaskan kontrol kualitas produksi steril di FRS, Mahasiswa memahami definisi, tugas, fungsi TPN, memahami prosedur pemberian dan produksi TPN, memahami monitoring dan kontrol TPN, memahami definisi repacking, prosedur repacking dan kontrol kualitasnya.

Daftar Pustaka               : -

 

 

Silabus Quality Assurance Rumah Sakit

 

Kode / SKS                    : FH23P32 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat       : Pada akhir perkuliahan ini Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya Jaminan Mutu FRS, dapat menjelaskan tentang dasar-dasar dan persyaratan sistem manajemen mutu FRS, menjelaskan tentang standar pelayanan FRS, menjelaskan tentang patient safety, menjelaskan tentang konsep mutu FRS menurut Berwick, menjelaskan tentang kasus-kasus mutu pelayanan FRS dengan konsep Berwick, menjelaskan tentang mutu menurut persepsi pasien (pelanggan), menjelaskan tentang indikator mutu FRS, menjelaskan tentang metode pengukuran indikator mutu FRS, menjelaskan tentang interpretasi dan analisa hasil pengukuran indikator mutu FRS, menjelaskan tentang mikrosistem untuk membangun mutu pelayanan FRS.

Standar Kompetensi    : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami tentang Pengertian Jaminan Mutu FRS, Pentingnya Jaminan Mutu FRS, prinsip manajemen mutu, pendekatan menyusun dan menrapkan sistem manajemen mutu, Pendekatan proses Sistem dokumentasi, Standar pelayanan farmasi rumah sakit, Patient safety, Konsep Berwick, Presentasi kasus (case based learning), Mutu dalam perspektif pasien, Indikator Mutu dan cara pemilihannya, Metode pengukuran indikator mutu FRS, Interpretasi dan analisa hasil pengukuran indikator mutu, Microsistem, Environment context.

Daftar Pustaka     : 1. Anonim, 2005, Quality management System, Guideline for Process Improvement in Health Service Organization, ISO,Switzerland.

  1. Anonim, 2005, Quality management System- Fundamentals and Vocabulary, ISO,Switzerland
  2. Anonim, 2008, Quality management System – Requirement, ISO,Switzerland
  3. Anonim, 1980, Model Quality Assurance for Hospital Pharmacy,ASHP,USA
  4. Anonim, 1984, American Society of HospitalPharmacy,USA
  5. Anonim,1993, How to Investigate Drug Use in Health Facilities, WHO
  6. Anonim, 2006, Seminar “Patient Safety”, Makalah seminar, RS Sardjito,Yogyakarta
  7. Foster, 2004, Managing Quality : An Integrated Approach, Pearson Prentice Hall,New Jersey.
  8. Quick D.J et al, 1997, Managing Drug Supply, Kumarian Press
  9. Wilson, tanpa tahun, Hospital-Wide Quality Assurance,Canada
  10. Anonim,SKMenkes No 1197/Menkes/SK/X/2004

 

 

Silabus Penanganan Sitostatika dan Bahan Berbahaya

 

Kode / SKS                    : FF23P61 / 1 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           :  Mahasiswa mengetahui dan memahami tentang patient safety, mengetahui dan memahami  Bahan Beracun dan Berbahaya serta pengelolaan radio farmasi, memahami metode Aseptik dispensing sediaan parenteral, memahami desain ruang aseptic, memahami obat obat yang diberikan dengan cara parenteral, memahami metode Aseptik untuk dispensing sediaan parenteral, memahami cara evaluasi produksi sediaan parenteral, memahami cell cycle dan macam –macam obat sitostatika, mengenal jenis kanker dan  protocol kemoterapi, memahami cara perhitungan dosis, pencampuran dan distribusi obat sitostatika, memahami protokol pembuangan limbah dan handling kecelakan sitostatika.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan  patient safety, Teknik dan upaya untuk patient safety, Menjelaskan macam-macam B3, Menjelaskan cara pengolahan limbah B3 , Pengelolaan radio farmasi, Menjelaskan dispensing aseptik dengan menggunakan Laminair Air Flow ( LAF ), Menjelaskan tentang alat pelindung diri, Memahami dan menjelaskan desain ruangan Aseptik  di Instalasi Farmasi RS, Menjelaskan  obat  yang diberikan dengan metoda parenteral  dan cara penyiapannya, Menjelaskan dispensing aseptik untuk sediaan parenteral, Menjelaskan ttg cara mencampur sediaan parenteral  dengan teori  IV admixture, Memahami dan mampu menjelaskan cara evaluasi produksi parenteral, memahami Cell Cycle dan menjelaskan macam-macam  obat cancer serta prinsip kemoterapi, Mahasiswa memahami protokol  kemoterapi sebagai pengobatan kanker di RS, Perhitungan dosis , cara pencampuran/ penyiapan , distribusi sitostatika, memahami protokol pembuangan limbah  sitostatika, Penanganan kecelakan sitostatika.

Daftar Pustaka       : 1. Gilman, A,G., L.S. Goodman, T.W. Rall, and F. Murad, Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics, Tenth Ed., 2006.

2. Boh, L.E., 1996, Clinical Clerkship Manual, Applied Therapeutics Inc., Washington

3. Cipolle, R.J.,Strand, L.M.,Morley, PC.,1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill,USA

4. DiPiro, J.T.,Talbert, RL., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., Posey L.M.,2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th  Edition,McGraw Hill,New York

5. Ritschel W.A. andKearns, G.L.,2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical Applications, 6th Edition, American

Pharmaceutical Association,Washington, D.C

6. Training Material Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kesehatan Kerja.Penerbit :  DEPNAKERTRANS

7. Trissel LA, 2008. Handbook On Injectable Drugs. 12th ed . American Society of Health System Pharmacist

 

 


Silabus Quality Assurance Industri

 

Kode / SKS                    : FH23P32 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat           :  Mahasiswa dapat memahami konsep Quality Assurance dalam pembuatan obat ,lingkup QA dan aspek-aspek penting dalam merancang bentuk sediaan obat steril, memahami pengertian Validasi dalam pembuatan sediaan obat dan peran penting Validasi dalam QA dan obyek validasi, memahami pentingnya validasi product steril dan  aspek-aspek yang perlu divalidasi, memahami pentingnya pengemas dan validasi proses pengemasan produk steril, memahami pentingnya Validasi Pembersihan, memahami pentingnya validasi produk sediaan padat, cair dan semipadat dan  aspek-aspek yang perlu divalidasi, memahami pengertian kualifikasi alat dan peran penting kualifikasi alat dalam QA, memahami pentingnya metode pengambilan sampel, memahami pentingnya validasi retrospektif, memahami pentingnya Validasi metode analisis, memahami pentingnya penanganan limbah yang baik.

Standar Kompetensi      : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan pengertian QA, menjelaskan lingkup QA, menjelaskan aspek-aspek penting dalam merancang bentuk sediaan obat steril, Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Validasi,  menjelaskan peran pentingnya Validasi dalam QA, menjelaskan obyek validasi dalam pembuatan sediaan steril, Mahasiswa dapat menjelaskan pentingnya validasi produk steril, menjelaskan validasi proses produk steril, menjelaskan validasi fasilitas, menjelaskan validasi peralatan, menjelaskan validasi personil, menjelaskan pentingnya pengemas produk steril, menjelaskan validasi proses pengemasan, menjelaskan alasan pentingnya pembersihan, menjelaskan validasi proses  pembersihan , menjelaskan kriteria penerimaan proses pembersihan, menjelaskan pentingnya validasi produk sediaan padat, cair dan semipadat, menjelaskan pentingnya validasi bahan baku sediaan padat, cair dan semipadat, menjelaskan validasi proses produk sediaan padat, cair dan semipadat, menjelaskan pengertian kualifikasi alat, menjelaskan kualifikasi pH meter, Spektrofotometer, mesin tablet, mikser, spektrofluorometer, KLT Densitometer, Hardness tester, Friabilator, Waterbath, Oven, menjelaskan jumlah sampel yang harus diambil , menjelaskan macam-macam alat untuk pengambilan sampel, menjelaskan kriteria penerimaan batch, menjelaskan pentingnya validasi retrospektif, menjelaskan metode analisis data dari validasi retrospektif, menjelaskan alasan pentingnya validasi metode analsiis, menjelaskan factor-faktor yang divalidasi dalam metode analisa, menjelaskan metode penanganan limbah, menjelaskan parameter yang digunakan dalam pengontrolan limbah.

Daftar Pustaka         : 1. Avis,K.E.,Lieberman,H.A;dan Lachman,L,( Eds.), 1992-1993, Pharmaceuti cal Dosage Forms: Parenteral Medication, Second Edition, Revised and Expanded, vol.1(1992), vol.2-3 (1993),Maecel Dekker,Inc, New York

2. c.Van Der Vlies , 1994 ,Quality Drug by Quality Assurance, Advanced Course In Pharmaceutical Sciences, Fakultas Farmasi-Universitas Gadjah Mada

3. Cole,G; 1998, Pharmaceutical Production Facilities,Design and Application, Second Edition, Taylor % Francis,Ltd., 1-Gun powder square,London.

4. Carleton,F.J and Agaloco,J.P,( Eds.),1999, Validation of Pharmaceutical Process: Sterile Products, Second Edition,Revised and Expanded,Marcel Dekker Inc.,New York

5. Nash,R.A; and Wachter,A.H,(Eds.),2003,Pharmaceutical Process Validation, An International Third Edition, Revised and Expanded,Marcel Dekker, Inc.,New York

6. Levin,M;(ed.),2002, Pharmaceutical Process Scale-Up, Marcel Dekker, Inc,New York

7. Allen,L,V; Popovich,N.G. and Ansel,H.C.(Eds.),2005, Ansel”s Pharmaceuti cal Dosage Forms and Drug Delivery Systems, Eighth Ed.Lippincott Williams & Wilkins,New York.

8. Anonim, 2006, Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik, Badan POM, RepublikIndonesia

9. Anonim, 2009, Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat Yang Baik, Badan POM, RepublikIndonesia

10. Anonim,1979, Farmakope Indonesia, Ed. III, Dep.Kes.RI,Jakarta

11. Anonim,1994, Farmakope Indonesia, Ed.IV, Dep.Kes.,Jakarta

12. Beckett, A.H., Srentake, J.,B., 1986, Practical Pharmaceutical Chemistry, 2nd, The Athion,London

13.Hidayat, Wahyu, 2008, Teknologi Pengolahan Limbah B3, www.google.com, diakses 11 Januari 2009

14.Anonim, Dasar-Dasar Teknologi Pengolahan Limbah Cair, www.google.com, diakses 11 Januari 2009.

15. Ecobichon, D.J., 1997, The Basis of Toxicity Testing second edition, CRC Press,New York

16. Wicaksono, Satmoko, 2008, Karakteristik Limbah Rumah Sakit dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan dan Lingkungan, Dir.Pengawasan Narkoba, Dep.Kes., RI, Jakarta

 

Silabus Pengembangan Produk

 

Kode / SKS                    : FF23P72 / 2 SKS

Semester                       : I

Prasyarat                       : -

Deskripsi Singkat            : Mahasiswa mengetahui, dan mengerti serta memahami, arti pengembangan produksi obat serta cakupannya, mengetahui, mengerti dan memahami tentang pengembangan produk obat herbal , Mengerti, memahami tentang percobaan pre klinik pendahuluan, mengerti dan memahami tentang pengembangan obat sintetik secara struktural, mema hami dan me ngerti Pentingnya analisis kualitatif obat baru, mengerti dan memahmi pentingnya pengujian stabilitas obat dan kegunaannya, Mengerti dan memahami cara optimalisasi formulasi obat baru, mengerti dan dapat menjelaskan tentang Validasi analisis kuantitatif  obat baru, dan berbagai analis in proces control, Memahami dan dapat mengerti tentang berbagai jenis validasi alat produksi sesiaan farmasi, Mengerti memahami dan menjelaskan tentang CPOB untuk obat baru, Mengerti dan memahami dan dapat menjelaskan tentang pentingnya percobaan klinis bagi obat baru dan tahapannya, serta cara merancangnya, memahami dan mengerti     tentang teknologi pengemasan, design, maupun membuat leaflate-nya, memahami,  mengerti dan dapat menjelaskan pentingnya pendaftaran obat atau produk baru untuk izin edar.

Standar Kompetensi        : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu dan memahami Arti pengembangan produk obat, Sikap pemerintah dan pengarahan pemerintah dalam produk obat, Tahapan pengembangan produk, dan pengembangan prduk unggulan yang menjadi target pemerintah, Cara pengembangan obat herbal, Tentang jamu dan pengembang annya, Pengembangan produk fitofarmaka dan masalahnya, Tentang penemuan senyawa aktif dalam herbal, Tentang persyaratan herbal untuk produk obat, Kegunaan percobaan preklinis dan percobaan klinis tahap pertama, Berbagai percobaan preklnis  dan contohnya, Tentang Percobaan preklinis  untuk mengetahui berbagai sisi aktif obat maupun jenis receptornya, Tentang  percobaan preklinis dengan berbagai jenis struktur berberapa obat, Hubungan struktur obat dan aktivitas farmakologi obat (farmkokinetik dan farmako dinamik obat, Hubungan struktur obat dan aktivitas yang selektif tehadap suatu reseptor, Pengubahan struktur turunan morfin dan tujuan pengubahannnya, Pengubahan struktur turunan atropin tujuan dan kegunaanya, Pengembangan struktur turunan penisilin, turunan adrenergi BA.dan lain-lain, mengerti dan dapat menjelaskan hubungan analisis kualitatif untuk: Preformulasi, Formulasi obat dan anlisis kuantitatif, dapat menjelaskan hubungan kelarutan dan formulasi obat, menjelaskan pemgubahan kelarutan obat secara structural: Dengan esterivikasi, Eterifikasi, Penggaraman. (dengan contoh-nya), Analisis kuantitatif, mengerti dan dapat menjelaskan Pentingnya stabilitas obat baik dalam bentuk sediaan ataupun bahan bakunya, Faktor- faktor yang berpengaruh pada stabilitas obat, Tentang cara penyimpanan dan pengaturan suhu penyimpanan yang telah diharmonisasikan secara regional maupun global, Cara analisis kuantitatif untuk uji stabilitas obat. Dan pemilihan metode analisis yang tepat, mengerti dan dapat menjelaskan tentang: Pentingnya optimalisasi formulasi untuk:Ketersediaan obat secara farmasetik, Ketersedian hayati obat, Stabilitas obat dalam sediaan, Proses pembuatan sediaan, Pemilihan bahan pengisi/pendukung formulasi, Metode kontrol kualitas sediaan obat, Efesiensi  dalam penggunaan, Keslamatan dalam penggunaan obat, mengerti dan dapat menjelaskan arti  validasi obat baru, tentang sampling untuk kontrol kualitas obat dalam proses [embuatan sediaan, tahapan analisis bagian-formula selama proses pembuatan sediaan obat., tentang keunggulan alat analisis dalam melakukakan kontrol kualitas., tentang posedure cara validasi beberapa contoh obat, mengerti dan dapat menjelaskan pentingnya berbagai jenis validasi dalam produksi sediaan  farmasi, Validasi peralatan produksi sediaan farmasi, Validasi metode produksi sediaan farmasi, Validasi SDM  perangkat lunak.dalam bagian sediaan farmasi, Mengerti dan dapat menjelas kan  tentang pentingnya  CPOB untuk obat baru dan lama, Peraturan yang mengikat bagi setiap produksi dengan CPOBnya masing-masing, hubungan CPOB di Indonesia aturan yang ada di WHO/FDA, Pendahuluan tentang Cara mendesign CPOB obat baru, Mengerti dan dapat menjelas kan  tentang, percobaan klinis., Persyaratan obat baru maupun sediaan farmasi yang akan dilakukan percobaan klinis, Berbagai persyaratan percobaan klinis , tentang tahapan dalam percobaan klinis, tentang cara mendesign percobaan klinis, Mengerti dan dapat menjelas kan  tentang pentingnya kemasan dengan teknologinya untuk setiap produk, tentang jenis pengemas dan tujuan  pengemasan, tentang Persyatan kemasan, tentang Mendesign kemasan, tentang Membuat leaflate, Mengerti dan dapat menjelas kan  tentang pentingnya  pendaftaran (registrasi) nasional maupun internasional  obat dan produk baru., tentang Persyaratan yang diperlukan dalam registrasi obat dan produk baru, tentang Tahapan yang harus di lakukan dalam registrasi obat dan produks baru, tentang Mendesign registrasi obat herbal maupun produk herball lain   , tentang Monitoring obat baik penggunaan lewat RS maupun apotik.

Daftar Pustaka           : 1. Anonim, 1993, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia, dan Pengujian Klinik, Jakarta

2. Anonim, 2000, Asean GMP Guidelines, 4th Ed, Jkt

3. Anonim, 2006, Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Badan POM, Jakarta

4. Anonim, 2001, LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2001 NOMOR 109 tentang UU Paten

5. Anonim , 2007, International Conferenceon on Harmonisazion of Technical Requirements for Registation of  Pharmaceutical for Human Use (ICH), Q8-Pharmaceutical Developtmen

6.  Anonim, 2009, International  Conference on Harmonisazion of Technical Requirements for Registation of  Pharmaceutical for Human Use (ICH), Q9- Quality Risk Management.

7. Anonim,Pharmaceutical Inspection Co-operation Schem (PIC/S, Guid to Good Manufacturing Practices for Medicinal Products.

8. Banker G S and Rhodes C T, 1995  Modern Pharmaceutics, 3rd edition Marcel dekker, inc., New york,

9. Berry, I.R, and Nash, RA., 1993, Pharmaceutical Process Validation, 2 nd, Edition, Marcel Bekker, Ink,New York

10.Lachman L & Libearman H A, , 1991. The theory and practice of industrial Pharmacy, 3rd edition, Vergese Publishing house, Mumbai

11.Mill, S and Bone, K, 2000, Principles and Practise of Phytotherapy-Modern Herbal Medicine, Churchill Livingstone,Edinburg,Toronto

12.Philp, R.B., 2004, Herbal-Drug Interaction and Adverse Effect- An Evidence based Quick Reference Guide, Mc Graw- Hill Medical Publishing Division,New York,Toronto

13.Ross, I.A., Medicinal Plants of the Word, Humana Press, Totowa, New Yersey

14.Schmitt, PC., 2000,Phytopharmaceutical Technology,Florida,USA

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to trucks, infiniti suv and toyota suv